Archive for April, 2005

Kemana Kulangkahkan Kaki ?

Friday, April 29th, 2005

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Hidup adalah pilihan….

Hidup adalah perjuangan…..

Hidup adalah persaingan tuk meraih kemenangan….

Begitulah sejuta jargon tentang hidup diinterpretasikan

Namun…, kalo boleh mari kita berfikir sejenak

Apa sech yang disebut kehidupan yang enak ?

Apakah ketika kita dipuja sejuta wanita / pria ?

Apakah ketika kita meraih kedudukan puncak dalam tahta ??

Apakah ketika berhasil mengumpulkan berjuta harta benda ???

Ataukah ketika meraih sukses studi di manca negara ???

Atau ketika menimbulkan decak kagum antar sesama ???

Atau mungkin kecantikan / ketampanan yang menebar pesona ???

Kalau itu yang kita banggakan…..

Kalau semua itu yang kita kejar dan lebih diutamakan…

Kalau kesibukan selama ini yang diper-tuhan-kan…..

Mungkin kita sedang mengkerdilkan pola ke-hamba-an….

Kita perlu merenungkan…..

Bahwa selama ini kita sering jadi objek kesibukan…..

Dan gak pernah kita menjadi subjek kehidupan….

Itulah sebabnya kita berlindung di bukit terjal bernama " Kesibukan "

Sejuta alasanpun sering terungkap karena " kesibukan "

Bahkan " kesibukan " sering disamarkan dengan " harapan "

Kita slalu di-organize oleh harapan…

Dan kita gak pernah men-drive kehidupan

Sahabat sekalian……

Ketika musibah demi musibah terus berdatangan….

Mulai dari lautan, tumpukan sampah, sampai pegunungan….

Tidakkah menjadi bahan renungan….

Akan hakekat dan makna kehidupan….

Ketika air mata Aceh masih membasahi relung hati

Kini Nias menjerit….mengusik nurani….

Meski mereka jauh di mata….

Teriakannya tak terdengar ke mana - mana…

Tapi isak tangis…dan guratan lukanya….

Sampai ke sini …ke hati ini……

Dan pada siapapun yang merasakan getar bathin sesama anak manusia

Oleh karenanya mari kita panjatkan doa pada yang Maha Kuasa

Agar mereka diberi ketabahan…..

Namun sekaligus….kita refleksikan pada diri kita….

Bagaimana seandainya musibah itu datang pada kita….

Pada keluarga dan handai taulan kita…..

Yang akan memisahkan ikatan lahir kita…

Selamanya….ya selamanya…..

Wahai sahabatku sekalian….

Sudah siapkah kita menyambut datangnya Sang Ajal ???

Ya…datang menjajal secara tiba - tiba….

Tanpa pemberitahuan dan aba - aba…

Tanpa pandang bulu dan kasta…..

Geliak terkaman yang siap memangsa….

Seluruh jiwa - jiwa yang merasa hampa dan ternoda ….

Merana dalam dusta dan nestapa….

Yang sering mengagungkan harta benda ….

Dan seluruh kedigjayaan fatamorgana….

Sahabat…

Kan kemanakah kita langkahkan kaki ?

Kan bagaimanakah kita men-drive " hati "

Agar kita menjadi sahabat sejati…

Nun jauh dalam lubuk hati sanubari ini…..

Ingin kukatakan……

Mari menjadi hamba Tuhan yang beriman

Yang senantiasa taat dan patuh pada segala ketentuan

( Ada ikatan terdalam yang tak lekang dimakan zaman )

( Antara hatimu dan hatiku yang tlah terikat tali pesahabatan )

( Coretan kilat seorang sahabat…sebelum matahari terbenam )

( Tuk saling mengingatkan dalam menapaki setiap kerikil kehidupan )